Senin, 29 Desember 2008

Puisi; Kenangan Tahun ini

SEPI

sepi,
tak ada lagi beban untuk dibagi
aku tak bisa mengeluh karena lelah.

sedih,
sakit,
dan tentu ada sejumput kebahagiaan
di sana.

ah, Tuhan.
ijinkan aku melupakan sejenak kepiluan ini
biarkan kami menjadi kupu-kupu yang mewarnai indahnya bumi
agar bisa bersemi...
biarkan kami menjadi bidadari yang senantiasa tersenyum...

ah, Tuhan.
ada saat, waktu dan tempat terindah yang kan Kau hadiahkan untukku,
untuk kami.

(dicuplik dari Siro's Diary; 28 Juli 2008)

(puisi belum berjudul)

lentera itu kini padam
dihembus tangis yang tak berujung
menenggelamkan diri di ruang duka
agar borok tumbuh berseri

perih jiwa ini terkikis rasa
mengelepuh lamat kulit bernanah
tak hendak berani melangkah
meskipun tak goyang dalam pijakan

aku nyeri berlari,
mundur tertimbuk duri,
payah begitu terasa

rindu menganga,
cinta membara,
buncah mengaduh pilu
aku lalai lemah...

aku pilu.
aku ngilu.
aku ragu.
aku beku.

aku ingin kembali!
(Siro's Diary; 11 September 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan kasih commetnya di sini....