Akulah, anjing jalang yang mengendus-ngendus di pintu-Mu
menitik tabir, memecah liur istana-Mu
akulah najis dien-Mu
Aku hanya bisa menyeringai
membuncah nanah dan menepikannya di parit-parit keraton-Mu
berharap goresan kasih-Mu
mengemis haribaan mahabbah-Mu
Aku terus mengendus sepi di mata-Mu
mengorek sebongkah puing asmara-Mu
dan menjejali peluh Ilahiah-Mu
Aku mendesak ingin menelusup di bawah kaki-Mu
berjejak telapak yang tak nampak
berkelu di pusara berdecak
Akulah, anjing jalang sasar
menelusuri tiap lorong berteku
melipat jarak berjejal
hanya mencari seonggok hati yang tak pernah borok
Akulah,
anjing jalang
bermata durja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan kasih commetnya di sini....